MATA NUSANTARA

Sumsel Raih PPD, Alex Noerdin : Ini Kado Terakhir Jabatan Saya

dilangsir dari : http://fornews.co/news/sumsel-raih-ppd-alex-noerdin-ini-kado-terakhir-jabatan-saya/

MATA ANGIN, JAKARTA- Provinsi Sumatra Selatan kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Sumsel menyabet Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2018 sebagai terbaik ke-2 kategori perencanaan dan pencapaian tingkat Provinsi se-Indonesia. Sementara terbaik pertama adalah Provinsi Jawa Timur dan posisi ke-3 adalah Bali.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Presiden RI, Joko Widodo kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2018 dalam rangka penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Senin (30/04).

Capaian ini menambah perbendaharaan penghargaan yang diterima Sumsel setelah sebelumnya 123 berhasil direbut sejak periode ke-2 kepemimpinan Alex Noerdin.
Alex Noerdin mengatakan, penghargaan yang diraih kali ini adalah capaian puncak dari perjuangan dan kerja keras yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel. Selain itu, untuk mendapatkan penghargaan ini harus melalui tahapan yang sangat ketat. “Ini sebenarnya capaian puncak, kado terakhir karena November tahun ini jabatan saya berakhir,” ungkap Alex.

Untuk diketahui, beberapa pencapaian pembangunan makro Sumsel hingga ditetapkan sebagai penerima penghargaan PPD Terbaik II se Indonesia yakni pada tahun 2017, Pertumbuhan Ekonomi 5,51% diatas Pertumbuhan Nasional 5,07%, Ketimpangan Pendapatan Indeks Gini Rasio (0,365) lebih baik dibanding nasional (0,391), Tingkat Pengangguran (4,39) lebih kecil dibanding nasional (5,5), IPM terus meningkat secara signifikan dan tingkat kemiskinan terus menurun secara signifikan.

Demikian juga kinerja Pemprov Sumsel sangat akuntabel dengan mendapat predikat A (sangat baik) dari Kementerian PAN-RB begitu juga dengan pengelolaan keuangan daerah mendapatkan opini WTP dari BPK RI 3 (tiga) tahun berturut-turut.
Perencanaan pembangunan Sumatra Selatan disusun secara holistik, tematik, integratif dan spasial serta sinkronisasi perencanaan dan penganggaran dapat dikawal dengan baik. Perencanaan Pembangunan juga dibangun berbasis keselarasan kinerja (Integrated Development Plan) sehingga alokasi anggaran bukan Money follow function tetapi sudah berbasis Money follow program dan program follow result.

Beberapa inovasi dalam perencanaan pembangunan juga dilaksanakan antara lain : (1). SIGertak. adalah Sistem Informasi Keselarasan permasalahan dan program, keselarasan lokasi dengan kantong kemiskinan, keselarasan sasaran dengan data Basis data Terpadu (BDT) dalam Penanggulangan Kemiskinan untuk seluruh Stakeholder. (2). E-Planning Plus. adalah Perencanaan berbasis elektronik yang selaras dengan penganggaran. (3). RKPD GIS. Adalah Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang dilengkapi dengan Geographic Information System. (4). SITARUNG. Adalah sistem informasi tata ruang untuk mempermudah masyarakat dan dunia usaha yang membutuhkan informasi tata ruang. (5).Early Warning System (EWS) SeiMUSI. Adalah aplikasi berbasis android yang dikembangkan oleh BI Perwakilan Sumatera Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mendeteksi secara dini gejolak harga di pasar dan diolah secara sistem sehingga TPID dapat segera menetapkan kebijakan yang sesuai untuk mencegah inflasi. (6) Inovasi Pembiayaan Multi Stakeholder. Pembangunan Sumatera Selatan dilakukan melalui beberapa skema pendanaan diluar pemerintah sehingga anggaran APBD dapat fokus untuk pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, sesuai laporan Menteri PPN/Bappenas RI Bambang PS Brodjonegoro, bahwa PPD diberikan kepada provinsi yang berprestasi dalam perencanaan dan pencapaian pembangunan di wilayahnya. Ada beberapa tahapan yang sangat ketat telah dilalui, dimulai dengan penilaian dokumen perencanaan sehingga ditetapkan 15 provinsi nominator.

“Selanjutnya, dilakukan penilaian lapangan oleh tim pusat yang terdiri dari tim independen dan tim Bappenas untuk verifikasi terhadap seluruh stakeholder dan diakhiri dengan paparan di Jakarta untuk diuji oleh tim penilai independen,” ungkapnya. (bas)

Tags
lihat lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker