MATA SRIWIJAYAOI

Upah Gaji Buruh Di PT.PNVII Cinta Manis Jauh Dari Standar.

https://wp.me/p9MD09-tN

MATA ANGIN – Indralaya, Anggota dewan dari fraksi partai PAN Arhandi Tabroni melakukan intrupsi pada saat sidang paripurna terkait gaji buruh harian lepas PT.PN VII cinta manis jauh dari standar Upah Minimum Regional (UMR).

Pasalnya gaji buruh tersebut di PT.PN VII cinta manis ini dibayar satu hari Rp.25 ribu rupiah yang bekerja mulai dari pagi sampai sore hari hal ini dinalai oleh anggota dewan dari fraksi PAN Arhandi jauh dari standar kesejahteraan buruh.

“Sudah 10 tahun gaji buruh di PT.PN7 cinta manis ini tidak mengalami kenaikkan dan memikirkan gaji buruh harian lepas yang hanya dibayar Rp.25 ribu saja dan juga pihak PT.PN7 cinta manis ini juga menutup pekerjaan bagi masyarakat lainnya yang untuk bekerja sebagai buruh sehingga menutup mata pencarian bagi masyarakat disana,”kata Arhandi mengungkapkan kepada Bupati OI.

Dikatakannya buru harian lepas di PT.PN7 cinta manis ini berjumalah sekitar 4000 orang yang bekerja disana dari belerja menyiram tanaman tebu samapai menebas rumput dari pagi samapi sore hari dengan upah harian Rp.25 ribu rupiah

“Selain itu juga orang yang bekerja disana ini dari bebagai daerah di OI ini dari sritanjung, lubuk bandung, lubuk liat dan lainnya yang bekerja disana dengan upah sangat minim, dan untuk ibuk-ibuk yang ingin bekerja disana tolong diterima dan jangan di tutup seperti itu dan harus dinaikkan gaji buruh karen buruh disana ingin melakukan aksi demo terkait penutupan pekerjaan dan upah gaji buruh yang bekerja dari pagi samapai sore hari ini jauh dari minim UMR buruh lainnya,”terangnya

“Kami berharap pihak disnaker segera bertindak atas kejadian buruh di cinta manis ini secepatnya agar tidak menimbulkan gejolak yang tidak kita inginkan dengan menaikkan upah gaji buruh di OI ini,”pungkasnya. (/RED)

Tags
lihat lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker